Kuliah di Inggris? Berikut 4 Jurusan Termudahnya!

By Mutiara | Last modified 19 Nov 2019
Sebarkan laman ini

survei pendidikan tinggi di inggris 2019

Istilah ‘no pain, no gain’ yang bila diterjemahkan artinya ‘tidak ada pengorbanan, tidak ada hasil’ tentunya amat dirasakan mahasiswa dalam jurusan spesialis. 

Jurusan yang berseragam dengan Kedokteran dan Kesehatan dinobatkan sekali lagi sebagai dua jurusan top dengan beban belajar (workload) yang paling besar, menurut survei pengalaman akademik mahasiswa oleh HEPI UK 2019.

Jurusan dalam fakultas Kesehatan, kategori luas yang berisikan bidang-bidang seperti ilmu biomedik atau fisioterapi, memaksakan masa belajar sebanyak 46 jam per minggu rata-rata, termasuk 17 jam tatap muka, 13 jam pembelajaran independen dan 16 jam penempatan dalam lapangan. Sementara mahasiswa Kedokteran menghabiskan waktu sebanyak 18 jam mengikuti kelas tatap muka, 16 jam pembelajaran independen dan 12 jam dalam penempatan di lapangan. 

Pembagian waktu ini berkontras dengan jurusan non-STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika), yang pada umumnya memiliki jumlah workload yang lebih sedikit, terutama dalam hal penempatang di lapangan.

“Melihat dari tipe-tipe worload yang ada, kita dapat melihat betapa khususnya kepentingan pembelajaran independen bagi jurusan Bahasa, Sastra dan Sejarah, dan pembelajaran tatap muka relatif lebih tinggi bagi jurusan IPA atau STEM, sementara pekerjaan dan penempatan di lapangan adalah kunci elemen untuk disiplin Kesehatan,” diungkapkan di laporan.

Secara garis besar, jurusan dengan jumlah pembelajaran per minggu yang paling sedikit adalah Ilmu Komunikasi & Dokumentasi (22 jam), diikuti oleh Bisnis dan Ilmu Administrasi (25 jam), Linguistik (25 jam).

jurusan ilmu komunikasi
Jurusan dengan jumlah workload paling sedikit di universitas Inggris adalah Ilmu Komunikasi  

Data-data ini akan berguna bagi calon mahasiswa yang tidak yakin akan jurusan mana untuk dipilih. Mengetahui bagaimana setiap jurusan diajarkan di universitas Inggris memberi siswa meluruskannya dengan metode belajar yang cocok dengan jurusannya. 

Nah, bagi kalian yang tidak menyukai pembelajaran di lapangan, maka disarankan untuk mengarah ke jurusan-jurusan seperti Linguistik, Bahasa, Sastra, yang dilaporkan memiliki jumlah waktu terendah dalam aspek ini.

Laporan ini berdasarkan 14,702 responden yang dikumpulkan oleh YouthSight Student Panel, yang berisikan oleh mahasiswa sarjana sebanyak 80,000 di Inggris. Angka ini merupakan representasi 1 dari 20 total mahasiswa sarjana di Inggris. 

Berbeda jurusan, berbeda ukuran kelasnya juga

Kebanyakkan ukuran kelas di universitas Inggris berkisar dalam rentang 16-50, menurut laporan. Kelas yang paling kecil berukuran 0-5 mahasiswa relatif amat jarang dijumpai. 

Kelas berukuran besar adalah normatif dalam jurusan STEM, Ilmu Sosial, Hukum; sementara kelas berukuran kecil lebih lazim diantara mahasiswa Sastra dan Kedokteran, yang menghabiskan mayoritas waktunya di kelas yang berisikan 0-15 mahasiswa. 

Jurusan dan ukuran kelas merupakan perkara yang perlu dipikirkan. Mahasiswa menganggap ukuran kelas mengindikasi seberapa banyak mereka belajar dalam pengalaman pembelajaran dalam pendidikan tingkat tinggi. 

Sepanjang lintasannya, mayoritas (60 persen) mahasiswa merasa mereka telah belajar banyak, dengan hanya 29 persen merasa mereka telah belajar sedikit, dan hanya sebesar enam persen merasa bahwa pembelajaran yang diterima amatlah sedikit atau tidak terasa.

Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan di antara masing-masing jurusan. Sekali lagi, jurusan Kedokteran yang selurus dengan Kesehatan, bersama dengan Ilmu Kedokteran Hewan dan Pertanian paling ternama dengan asosiasi akan tingkat pembelajaran yang tinggi. 

ukuran kelas di universitas inggris
Ukuran kelas berbeda tergantung dengan jurusannya

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa hal ini juga membantu memastikan “persepsi nilai akan biaya yang dikeluarkan”. Dalam arti, workload yang banyak berbanding lurus dengan pembelajaran yang sama banyaknya. Dan juga, semakin worth it biaya kuliah yang dikeluarkan untuk mempelajari jurusan tersebut.

Hal ini kontras dengan mahasiswa jurusan Sastra dan Bahasa yang mendapatkan jumlah pembelajaran yang memuaskan meskipun dilaporkan memiliki jumlah workload yang sedikit.

Laporan ini juga membandingkan hasil pembelajaran dengan tingkat kesiapan, dan menemukan bahwa jurusan dengan tingkat hasil pembelajaran yang tinggi jugalah siswa yang merasa kurang siap. 

“Ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang mempelajari Bahasa dan Kedokteran, contohnya, tidak selalu merasa bahwa bidang studi sebelumnya di masa sekolah/ pra-universitas mempersiapkan mereka untuk tantangan akademik dan pengembangan yang diperlukan untuk mereka,” sesuai penjelasan laporan ini.

Ukuran kelas yang kecil mungkin memiliki peran mengapa mahasiswa jurusan Bahasa dan Kedokteran merasa bahwa mereka memiliki kepuasan akan pembelajarannya dibandingkan dengan jurusan lainnya. Sesuai dengan cuplikan di laporan ini: “Kelas ukuran kecil paling banyak ditemukan di kedua jurusan ini, dan berpotensi secara signifikan dalam mempengaruhi kepuasan hasil pembelajaran mahasiswa.”

 

Diposting pada 19 Nov 2019
Jurusan, Kuliah di Luar Negeri