Lanjut Sekolah? Cek Kedua Daftar Program MBA Terbaik di Dunia!

By Mutiara | Last modified 22 Nov 2019
Sebarkan laman ini

ranking program MBA terbaik di dunia

Ada beberapa ulasan ranking program MBA di luar sana. EasyUni paham betul bahayanya menggunakan satu liga ranking untuk menentukan program MBA dalam gambar besarnya, atau sekolah bisnis secara umumnya. 

Maka dari itu, ada gunanya membandingkan ulasan yang diterbitkan oleh baik QS Global MBA Rankings dan Which MBA? dari The Economist.

Perlu diketahui bahwa metode di balik masing-masing penempatan ranking telah dipahami, sehingga sekolah dan program yang ditawarkannya dapat dipasangkan dengan persyaratan yang datang dari masing-masing individu. 

Bagaimana perbedaan kedua liga ranking ini? 

Ranking

QS World University Rankings:
Global MBA Rankings

The Economist’s Which MBA?
MBA Rankings

1)

 

University of Pennsylvania – Wharton School

 

University of Chicago – Booth School of Business

2)

Stanford University – Graduate School of Business

 

HEC Paris Business School

 

3)

INSEAD

Harvard Business School

4)

MIT Sloan 

Northwestern University – Kellogg School of Management

5)

Harvard Business School

University of Pennsylvania – Wharton School

6)

London Business School

UCLA – UCLA Anderson School of Management

7)

HEC Paris Business School

University of California at Berkeley – Haas School of Business

8)

University of Chicago – Booth School of Business

Stanford University – Graduate School of Business

9)

University of California at Berkeley – Haas School of Business

University of Michigan – Stephen M. Ross School of Business

10)

Northwestern University – Kellogg School of Management

University of Navarra – IESE Business School

Kedua liga ranking mendapati 2 sekolah bisnis dari Eropa dalam tingkat top 10 nya dan didominasi oleh sekolah bisnis dari Amerika secara umumnya. 

Dari sejumlah 10 sekolah bisnis di tabel oleh The Economist, hanya 7 yang juga berhasil muncil dalam daftar top 10 oleh QS Global MBA. Perbedaan ini kian memberi penerangan bahwa diperlukan pengertian di balik masing-masing metode seperti di bawah ini:

Kategori Penilaian

QS World University Rankings:
Global MBA Rankings 

The Economist’s Which MBA?
MBA Rankings 

Pendapat akademik

10%

 

Tingkat selektivitas pendaftaran

 

8.75% 

Pendapat alumni

 

 

Alumni yang dihasilkan

10%

 

Pendapat pemimpin sekolah bisnis

 

 

Progres karir

 

10.5%

Layanan karir

 

14%

Pendapat perusahaan

35%

 

Tingkat penempatan pekerjaan

5%

10.5%

Kewirausahaan 

5%

 

Kualitas fakultas

 

8.75%

Persamaan gender

5%

2.625%

Internasionalisasi

5%

8.75%

Jaringan

 

10% 

Riset

5%

 

Return on investment

20%

 

Gaji

 

20%

Pendapat mahasiswa

 

6.125%

lulusan MBA siap kerja

Apa yang membedakan ulasan program MBA oleh The Economist dengan yang lain? Fakta bahwa ulasannya memiliki jumlah matriks yang paling banyak dibandingkan dengan liga tabel lainnya - sebuah fitur yang perlu diperhatikan semua calon mahasiswa MBA.

Totalnya ada 21, meliputi: keberagaman perekrut, tingkat penerimaan, penilaian pelayanan karir mahasiswa, rasio antar siswa-fakultas, rata-rata nilai GMAT, pengalaman, % fakultas dengan gelar PhD, ranking fakultas oleh siswa, rata-rata gaji mahasiswa sebelum memasuki universitas, keberagaman gender, rata-rata gaji mahasiswa setelah lulus, tingkat jaringan alumni.

Menilai semua hal di atas, kedua Sekolah Bisnis dari University of Chicago menempati peringkat teratas tahun ini. Ini menjadikannya tahun kedua secara berurutan dan yang ke-7 kalinya selama 9 tahun belakang. 

Membulatkan top ke-3 nya adalah Harvard Business School (Amerika) dan HEC Paris Business School (Perancis), dalam peringkat kedua dan ketiga secara berurutan. 

Breaking News: Big Surprises In The New Topsy-Turvy MBA Ranking From The Economist Today -- Chicago Booth repeats No. 1 position for the second consecutive year, HEC Paris soars by 10 places to third place https://t.co/KKiqd0vsy5 pic.twitter.com/awItM1pih7

— Poets&Quants (@PoetsAndQuants) October 31, 2019

Sekolah bisnis yang tersisa dalam top 10 nya berasal dari Amerika, terkecuali pada peringkat ke-10 yang diraih oleh IESE Business School dari Spanyol. 

Selain menilai kriteria yang paling banyak, ulasan ranking oleh The Economist juga diketahui memberikan hasil yang paling mudah berubah. Meskipun kedua sekolah bisnis teratas berhasil mempertahankan posisinya, analisa dari Poets & Quants mendapati beberapa sekolah bisnis yang mengalami pergeseran yang signifikan; bahkan di atas 10.

University of Hong Kong turun 28 posisi, nilai penurunan yang paling besar di antara semua, dari ranking 39 tahun lalu ke-67 tahun ini. Texas Christian University turun 20 posisi, dari 67 ke-87 dan University of Bath turun 17 posisi, dari 47 ke-64. 

Pada sisi lainnya, yaitu sekolah bisnis yang mencapai pertumbuhan peringkat yang paling signifikan. Pertumbuhan paling besar diterima oleh Emlyon Business school (menaiki 19 poin dari 70 ke 51), York University (menaiki 18 poin dari 66 ke 48) dan Oxford University (menaiki 16 posisi, dari 48 ke 62).

Apa keuntungan dari mengambil gelar Magister Administrasi Bisnis di salah satu institusi bergengsi ini? Tak hanya menjanjikan jalur ke penempatan pekerjaan yang menguntungkan, lebih dari 90% alumnus dari institusi top 20 mendapatkan pekerjaan dalam rentan waktu 3 bulan setelah kelulusan.

Tapi, tentunya hal itu bukanlah semata-mata yang diincar. Bisnis dan mahasiswa telah berubah, menurut The Economist.

Siswa, menurutnya, sekarang mencari fokus yang lebih dari sekadar garis akhir, menginginkan kelas yang mencerminkan tujuan korporasi dan nilai-nilai yang memberi dampak besar pada masyarakat. 

Sementara itu, perusahaan mencari kemampuan me-manage dan ingin melihat kurikulum yang menggabungkan teknologi, seperti kemampuan analytics, mengolah data dan coding. 

Perubahan akan sifat kualifikasi bisnis siswa mencerminkan perubahan yang lebih luas lagi dalam dunia pekerjaan di saat institusi pendidikan, pemimpin perusahaan dan politisi melihat ke masa depan. 

Laporan “Future of Jobs” oleh World Economic Forum menjelajahi bagaimana permintaan semakin banyak untuk kompetensi yang berbeda, dengan adanya kebutuhan akan “human skill”, seperti kemampuan berpikiran kritis, kreativitas di saat teknologi membentuk ulang dunia kerja dan mengurangi beberapa pekerjaan. 

Mempersiapkan calon pegawai untuk Revolusi Industri 4.0 merupakan bagian dari yang diperhatikan oleh pemimpin dan merupakan salah satu pilar utama untuk melihat kesiapan para pekerja. Dalam hal ini, negara-negara yang menempati nilai tertinggi ialah Swiss, Jerman, Finlandia dan Denmark.

Jadi, apa yang dapat Anda pelajari dari ulasan ranking tahun ini? Berikut adalah apa yang The Economist telahkatakan (dan kita setujui!): 

“Ranking atau peringkat universitas adalah hal yang lebih dari sekadar indikasi akan pasar gelar MBA pada saat ini. Ranking memberi refleksi atau cerminan kondisi yang lebih jelas lagi, seperti prospek gaji, pekerjaan yang tersedia dan situasi dalam kampus di saat survei tersebut tengah diadakan.”

“Hasil ranking dapat berubah-ubah, jadi dapat dianggap dengan waswas. Beragam ranking media akan program MBA menjalani metode yang berbeda-beda. Tidak ada yang pasti. Jadi, saran kami untuk calon mahasiswa adalah untuk mengerti etos di balik masing-masing universitas sebelum menaksir hal mana yang penting bagi Anda.”

Diposting pada 22 Nov 2019
Aplikasi Kuliah, Jurusan, Magister